Wawancara / Berita
Evan Dimas Darmono

Evan Dimas: Suporter Tak Pengaruhi Fokus Saya

akurat logo
Taufik Hidayat
Sabtu, 29 April 2017 12:52 WIB
Share akurat gplus
 
Gelandang Bhayangkara FC, Evan Dimas, akan bertarung mencari kemenangan kedua saat menjamu PS TNI di Stadion Patriot Chandrabraga, Bekasi, Sabtu (29/4). (Foto: Akurat.co/Handaru M Putra).
Gelandang Bhayangkara FC, Evan Dimas, akan bertarung mencari kemenangan kedua saat menjamu PS TNI di Stadion Patriot Chandrabraga, Bekasi, Sabtu (29/4). (Foto: Akurat.co/Handaru M Putra).

AKURAT.CO, Evan Dimas Darmono memilih Bhayangkara FC sebagai perahu yang akan dikayuhnya di Liga 1 Indonesia 2017. Dalam dua laga perdana, Evan menyaksikan timnya menang sekali dan kalah sekali. Kekalahan (0-2) terjadi di kandang raksasa Arema FC justru ketika Evan Dimas tidak bermain.

Di Stadion Patriot Chandrabraga, Bekasi, Sabtu (29/4) sore ini, kapten Tim Nasional U-19 juara Piala AFF 2013 ini akan kembali turun membela Bhayangkara menghadapi tim institusi pemerintah lainnya, PS TNI. Di sesi latihan, Jumat (28/4), staf redaksi Akurat, Taufik Hidayat, mewawancarai Evan. Berikut salinannya:

Di sela-sela Liga 1 Indonesia 2017, Anda sering bolak-balik untuk menghadiri training center Tim Nasional U-22. Apakah hal itu berpengaruh pada performa Anda di liga?

Saya pikir tidak. Saya sebagai pemain profesional tentu harus bisa menjaga kondisi fisik.

Apa perbedaan metode dan cara melatih pelatih Tim Nasional Luis Milla dengan pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy?

Setiap pelatih pasti memiliki metode dan ciri khas masing-masing. Keduanya sama-sama pelatih bagus.

Di bhayangkara Anda bermain dengan banyak mantan rekan anda di Timnas U-19. Apakah itu sebuah keuntungan?

Kunci permainan Bhayangkara adalah kekompakan tim. Sebagus apapun materi pemain jika tidak ada kekompakan tim maka akan percuma juga.

Saat Anda membela timnas, Anda terbiasa didukung oleh ribuan suporter di stadion. Hal itu tidak Anda dapatkan saat membela Bhayangkara FC. Apakah ada pengaruhnya dengan permainan Anda?

Menurut saya tidak ada pengaruhnya. Ada atau tidak adanya suporter, kita sebagai pemain harus tetap fokus pada pertandingan.

Apakah Anda berencana untuk bermain di klub lain setelah kontrak bersama Bhayangkara berakhir? Bermain di luar negeri mungkin?

Saat ini saya terikat kontrak bersama Bhayangkara. Saya tidak memikirkan tim lain. Saat ini saya fokus untuk membela Bhayangkara FC.

Besok Anda akan menghadapi PS TNI, siapa yang Anda waspadai dari PS TNI?

Semua pemain PS TNI wajib diwaspadai. Mereka memiliki semangat juang yang tinggi. Kita harus fokus dari awal sampai akhir pertandingan untuk mengalahkan mereka.[]

Evan Dimas Darmono

Tanggal Lahir          : 13 Maret 1995
Tempat Lahir           : Surabaya, Jawa Timur
Kebangsaan            : Indonesia
Posisi Bermain         : Gelandang
Tinggi Badan           : 167 cm
Nomor Punggung     : 6

Karir

Klub

2015                       : Persebaya Surabaya (17 main, 8 gol)
2016- sekarang       : Bhayangkara FC (17 main, 5 gol)

Tim Nasional

2012                       : Indonesia U-17 (2 main, 2 gol)
2013-2014               : Indonesia U-19 (30 main, 20 gol)
2015 - sekarang       : Indonesia U-23 (12 main, 5 gol)
2014 – sekarang      : Indonesia (9 main, 1 gol)

Prestasi

2013                        : Juara Piala AFF U-19 2013
2016                        : Runner-up Piala AFF 2-16


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Adhie: KPK Harus Usut Dugaan Korupsi Ahok

Sabtu, 23 September 2017 14:24 WIB

Jangan sampai masyarakat turun ke jalan, baru KPK mengusut tuntas kasus dugaan korupsi itu.


Pengadilan Internasional: Myanmar Bersalah Melakukan Genosida terhadap Rohingya

Sabtu, 23 September 2017 14:24 WIB

"Pengadilan memutuskan, Myanmar bersalah melakukan genosida terhadap orang-orang Rohingya dan kelompok-kelompok Muslim di sana," kata PPT


Reuni dengan SkidRow, Jamrud Bakal bawakan 13 lagu di RIB 2017

Sabtu, 23 September 2017 14:20 WIB

Skidrow akan tampil di Rock In Borneo di Tenggarong, Kalimantan Timur.


5000 Senjata Ilegal Masuk ke Indonesia, Panglima TNI: Akan Kita Serbu

Sabtu, 23 September 2017 14:16 WIB

"Ada kelompok institusi yang akan membeli 5000 pucuk senjata, bukan militer, ada itu pak, ada yang memaksa"


Ivan Gunawan Minta Ayu Ting Ting Memanggilnya "Mas"

Sabtu, 23 September 2017 14:14 WIB

Ayu Ting Ting diminta panggil Ivan Gunawan dengan sebutan 'Mas'


Ribuan Orang Berebut Air Enceh Sultan Agung

Sabtu, 23 September 2017 14:12 WIB

Nguras Enceh di Kompleks Makam Raja-raja Mataram dibanjiri ribuan warga.


Pilgub Jatim, Baru Gus Ipul yang Lakukan Komunikasi Politik ke PKS

Sabtu, 23 September 2017 14:02 WIB

Apalagi, partainya memiliki regulasi penjaringan yang tak harus membuka mekanisme penjaringan bakal calon, tetapi cukup komunikasi politik.


Arsul: Anggaran Densus Tipikor Bakal Dibahas di Banggar

Sabtu, 23 September 2017 14:00 WIB

Komisi III DPR RI relah menyetujui anggaran tersebut.


Jamu Bhayangkara, Persib Tak Mau Imbang Lagi

Sabtu, 23 September 2017 13:59 WIB

Persib Bandung akan menjamu Bhayangkara FC dalam lanjutan Liga 1 Indonesia pekan ke-25.


Info Wali Kota Cilegon Tidak Terjaring OTT, KPK Bungkam

Sabtu, 23 September 2017 13:54 WIB

KPK masih melakukan pemeriksaan intensif.


10 Pasang Pengantin Menikah di Atas Mobil Damkar

Sabtu, 23 September 2017 13:47 WIB

Nikah Bareng Pancasila Sakti ini diadakan terbuka untuk umum dan gratis fasilitas berkonsep 'wedding in nusantara'


Beli Saham Freeport Bisa Pakai Dana Abadi

Sabtu, 23 September 2017 13:39 WIB

Saya menyarankan agar pemda memakai dana abadi yang ada. Dana ini sudah dipersiapkan untuk menyerap saham Freeport


Preview: Duel Penguasa Lawan Orang Normal

Sabtu, 23 September 2017 13:38 WIB

Juventus akan menjamu Torino dalam lanjutan Serie A pekan keenam.


DPR: Jika Kita Lengah, Komunisme Bisa Bangkit, Waspadalah!

Sabtu, 23 September 2017 13:32 WIB

Menurut politisi Partai Gerindra itu, bisa bangkit atau tidaknya komunisme di Indonesia tergantung kepada situasi dan kondisi nasional.


Menteri LHK: Pencemaran Merkuri Ancaman Lingkungan dan Kesehatan

Sabtu, 23 September 2017 13:31 WIB

Bila dibiarkan, merkuri berpotensi menimbulkan penurunan kualitas lingkungan hidup dan kesehatan, bahkan dapat mengakibatkan kematian