Wawancara / Berita
Pilkada 2017

Putaran Dua Pilkada DKI, Cagub Harus Memanfaatkan Medsos

akurat logo
Dedi Ermansyah
Jumat, 24 Februari 2017 10:43 WIB
Share akurat gplus
 
Ilustrasi Media sosial. (Foto: Istimewa).
Ilustrasi Media sosial. (Foto: Istimewa).

AKURAT.CO, Pakar komunikasi Dr. Lintang Ratri Rahmiaji, mengatakan para pasangan calon (paslon) gubernur DKI Jakarta harus memaksimalkan media sosial (Medsos) pada putaran kedua Pilkada DKI, apalagi saat ini era digital.

"Maksimalkan media sosial. Di era informasi, mau tidak mau teknologi berperan banyak dalam kehidupan masyarakat modern. Para paslon semestinya memahami perubahan cara berkomunikasi ini, mengingat pemilihnya sudah mulai bergerak ke generasi digital native," kata Lintang di Jakarta, Jumat (24/2).

Dosen ilmu komunikasi di Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial (Fisip) Universitas Diponegoro Semarang ini juga menambahkan bahwa media sosial dapat menjadi pedang bermata dua karena selain dapat membangun citra paslon, juga dapat menjatuhkan karakternya.

"Media sosial saat ini dapat berperan bak pedang bermata dua, bisa membangun atau membunuh karakter. Ya perang kampanye sekarang tidak hanya perang pidato, tapi juga perang buzzer," imbuh Lintang.

Selain itu, menurut Lintang, metode blusukan diyakininya masih akan populer dan tetap digunakan para paslon untuk berkampanye karena melalui blusukan antara paslon dan masyarakat dapat saling berkomunikasi secara langsung mengingat pada pilkada DKI Jakarta putaran pertama, para paslon masih menggunakan metode kampanye blusukan.

"Terutama pada 'slump area' atau kelas menengah ke bawah karena suara masyarakatnya cenderung tidak diakomodasi di media-media arus utama, selain itu juga mereka terbatas dalam mengakses media sosial sehingga hanya bisa menyampaikan aspirasi secara langsung kalau ada yang menemui. Terutama masyarakat pinggiran, pedagang pasar, cara paling efektif buat dekat ke mereka ya mendatangi mereka," ujar Lintang.

Lintang juga mengatakan komunikasi yang disampaikan antara para paslon dan calon pemilih yang sekaligus warga Jakarta sudah baik dan berjalan efektif.

"Jika kita melihat hasil pilkada yang lalu tentu saja secara sederhana kampanye kedua paslon berhasil, artinya komunikasi mereka meskipun dengan pendekatan yang berbeda telah berjalan efektif, karena komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang mampu mempersuasi komunikan (penerima pesan) agar berpikir, bersikap dan berlaku seperti yang diinginkan komunikator (produsen pesan). Bahwasanya mereka mampu mempengaruhi pemilihnya, dan ini membuktikan bahwa keduanya berkomunikasi dengan baik," pungkasnya.

Pilkada DKI Jakarta yang berlangsung pada tanggal 15 Februari 2017 dengan hasil perhitungan KPU yang menyatakan paslon nomor 1 Agus-Sylvi memperoleh 17,07 persen, paslon nomor 2 Ahok-Djarot 42,96 persen, sedangkan paslon nomor 3 Anies-Sandiaga 39,97 persen.

Dengan perolehan suara masing-masing paslon yang belum mencapai 50 persen+1, KPU akan mengadakan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang berlangsung pada 19 April 2017 yang diikuti oleh paslon nomor 2 dan nomor 3.[]


Editor. Ridwansyah

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Revolusi Strategi dan Taktik Perang Berubah Karena Teknologi

Minggu, 19 November 2017 15:22 WIB

Kehadiran Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan diyakini mampu memicu perang baru di masa depan.


Polrestabes Surabaya Ringkus Komplotan Begal saat Melakukan Aksinya di Suramadu

Minggu, 19 November 2017 15:22 WIB

Komplotan ini biasa beraksi beranggotakan 5 hingga 10 orang dan mengincar pengendara sepeda motor dari golongan anak remaja


Luis Milla Telat 8 Menit untuk Bertemu Media

Minggu, 19 November 2017 15:21 WIB

Tim besutannya kembali menelan hasil mengecewakan.


Wali Kota Rai Mantra Ajak PRABU Berkontribusi dalam Pembangunan

Minggu, 19 November 2017 15:20 WIB

Paiketan Rantauan Buleleng (PRABU) Catur Muka menggelar berbagai kegiatan sosial hingga sarasehan di Kota Denpasar


Masyarakat Bali Diimbau Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor

Minggu, 19 November 2017 15:16 WIB

Program pemutihan bunga dan denda pajak kendaraan bermotor di Bali akan berlangsung hingga Desember 2017 mendatang.


Pakai Gaun Pernikahan, Pemain FTV Ini Mirip Nagita Slavina

Minggu, 19 November 2017 15:06 WIB

Fitri Ayu mirip Nagita Slavina, benarkah?


Sore Ini, Kahiyang-Bobby Lakukan Prosesi Haroan Boru

Minggu, 19 November 2017 15:00 WIB

Prosesi Haroan Boru akan berlangsung selama dua jam.


YLKI Minta Polda Sumut Telusuri Kuliner Berbahan Biji Ganja

Minggu, 19 November 2017 15:00 WIB

Demi keamanan dan kenyamanan konsumen


Golkar DIY Minta Setya Novanto Fokus Hadapi Kasus Hukumnya

Minggu, 19 November 2017 14:59 WIB

Jangan sampai pohon beringin kita tumbang gara-gara ada dahan yang kena hama


Preview: Juventus Menjajal Keangkeran Markas Sampdoria

Minggu, 19 November 2017 14:56 WIB

Sampdoria belum terkalahkan ketika tampil sebagai tuan rumah.


Polres Metro Bekasi Gelar Operasi Nila 2017

Minggu, 19 November 2017 14:52 WIB

Demi menekan peredaran narkoba di daerah Bekasi


Banyak Menelan Korban, Pemkab Gianyar Lakukan Eliminasi terhadap Anjing Liar

Minggu, 19 November 2017 14:39 WIB

Demi menekan tingginya kasus gigitan yang disebabkan oleh anjing liar


Sinyal Golkar Semakin Kuat Dukung Munafri di Pilwalkot Makassar

Minggu, 19 November 2017 14:36 WIB

Sinyal DPD Partai Golkar Makassar untuk mengusung CEO PSM, Munafri Arifuddin menjadi Bakal Calon Wali Kota Makasar semakin menguat.