Wawancara / Berita

UMKM Naik Kelas, Bisnis Penjaminan Makin Maju

akurat logo
Rizal Mahmuddhin
Kamis, 18 Mei 2017 11:51 WIB
Share akurat gplus
 
Direktur Utama Jamkrindo Diding S. Anwar dalam pembangunan Database dan Pemeringkatan UMKM di Jakarta, Rabu (17/5).
Direktur Utama Jamkrindo Diding S. Anwar dalam pembangunan Database dan Pemeringkatan UMKM di Jakarta, Rabu (17/5).
(Foto: Akurat.co/Sopian)

AKURAT.CO, Belum terintegrasinya data UMKM di Indonesia dengan baik, membuat Jamkrindo terus berupaya melakukan pembangunan database dan pemeringkatan UMKM. Jika kedepan semakin banyak UMKM yang bisa naik kelas secara value, maka tak hanya UMKM tersebut yang berkembang, namun juga dapat mendongkrak perekonomian nasional secara otomatis.

Memang, UMKM selalu menjadi sinyal positif dunia usaha secara umum. Jamkrindo yang berkiprah di bisnis penjaminan, tentu dapat membuat UMKM meraih bisnis cemerlang dengan semakin terpercaya dapat mengakses perbankan.

Untuk mengupas hal ini lebih lanjut, AKURAT.CO berkesempatan melakukan wawancara mendalam usai acara Tayang Publik Pemeringkatan UMKM bersama Direktur Utama Jamkrindo Diding S. Anwar, di Jakarta, Rabu (17/5) berikut nukilannya.

Pemeringkatan ini dimaksudkan untuk apa?

Kehadiran perum jamkrindo kan, tugasnya untuk mengembangkan UMKM, dengan penjaminan yah, nah di era sekarang potensi UMKM Indonesia itu luar biasa, hemat saya harus bisa berdaya saing, baik di domestik maupun di luar.

 

Nah, karena jumlahnya yang besar, katakanlah yang 58,5 juta tadi, hematnya saya ini harus bisa di dorong naik kelas. dari yang paling bawah naik, sampai... harapan kita misalnya nanti UMKM menjadi di non UMKM, jadi pengusaha besar.

 

Tadi mungkin kita dengar yah, Perum Jamkrindo kenapa melakukan itu, call center, kami memandangnya secara value, secara nilai, kalau UMKM itu bisa naik kelas berarti bisa membangun perekonoian Indonesia, dan UMKMnya sendiri. Jadi sebenarnya nilanya lebih luar biasa. Katakan pendekatan corporate action tidak terasa  revenue, tapi kita sudah bisa berkontribusi terhadap negara dengan mengembangkan UMKM sehingga naik kelas dengan pemeringkatan ini.

 

Apakah nanti program pemeringkatan akan dikelola oleh lembaga khusus?

Kalau berdasarkan Undang-Undang Nomer 1 Tahun 2016 Tentang Penjaminan, memang anamahnya itu yang bergerak di industri penjaminan dalam konteks UMKM, harus ada lembaga pemeringkat, tetapi seperti dimaklumi BUMNnya kan, hanya jamkrindo, sekalipun itu ada Jamkrida-Jamkrida di daerah. Hemat saya kedepan harus dilakukan lebih profesional oleh lembaga yang khusus.

 

Alokasi pendanaan untuk pemeringkatan ini nanti gimana? berapa besarnya, dan dari mana alokasinya?

Tetap kami pendekatannya karena  BUMN, dianggarkan di RKAP, minta pengesahan pemilik modal.

 

Manfaat sertfikat yang diberikan kepada UMKM?

Dengan pemeringkatan tadi, benefitnya, katakanlah naik kelas bisa tambahan modal yang lebih, seperti, bank atau lembaga keuangan kan, harus menganalisis kelayakan kredit. Nah, sertifikat ini menjadi salah satu jaminan bahwa ini si penerima sertifikat sudah dianalis oleh kita.

Penilaian apa yang ditekankan dalam pemeringkatan ini, sehingga bisa naik kelas?

Yah, ini, makannya kita menggandeng Universitas, OJK, BI, Kementerian UKM dan lain-lain. Sementara ini kita memilah dua kategori, dari keuangan dan non keuangan, (dari keuangan) tertib ngangsur, kalau naik kelasnya tertib ngangsur, kan, tidak ada klaim ke kitanya, kan gitu, kalau dari non keuangan misalnya pemasaran. Umumnya itu memproduksi terus tapi kemasannya tak menarik.

 

Padahal misalnya, enaknya (kalau UMKM makanan) sama dengan Belanda, tapi kalau dibungkusnya tak menarik jadinyanya kan... Pahamlah yah... Jadi keuangan dan non keuanganlah kategori garis besarnya.

 

Kendala paling besar kenapa UMKM belum maksimal berkembang?

Kalau yang namanya UMKM memang secara univesal pun dikatakan, UMKM ini layak tapi tidak bankable, hadirlah penjaminan untuk mengatasi kolateral, tapi ada persoalan lain, perlu pendampingan.

 

Pendampingan dalam arti dibimbing manajemen keuangannya, produknya, dan sebagainya. Jadi kalau ditanya kendalanya, kendala keuangan yang tidak bankable plus manajemannya yang kadang diurus secara kekeluargaan.

 

Evaluasi yang didapat apa pak? apa evaluasi bisnis penjaminan dari pemeringkatan ini?

Tadi kan, kita berangkatnya dari mendorong UMKM yang potensial itu bisa naik kelas. Naik kelas itu artinya sukses. Nah, ini memang harus dievaluasi. Kalau dari waktu ke waktu sih, terbukti dengan ada yang diperingkat, versi kita ya, yang bisa naik kelas berarti hasil evaluasinya dalam konteks usahanya sudah ada beberapa yang menggembirakan.

 

Kalau untuk UMKM dikatakan sukses dimata bisnis penjaminan itu seperti apa ya?

Jadi, kan, sektornya banyak ya, dari yang dibawa Kementerian Koperasi dan UKM ada 18 sektor, ada perdagangan dan jasa. Terus di badan ekonomi industri ekonomi kreatif ada 16 kuliner, sektor desain, dan sebagainya. Jadi dari masing-masing berbeda-beda.

 

Tetapi kalau diukur dengan keuangan maupun non keuangannya, kalau menurut saya yang pertandanya, bisa direkomendasikan naik kelas itu berarti sukses, cuma memang skornya tiap sektor beda-beda. Tingkat kesulitannya beda-beda.

 

Terus kalau menurut Jamkrindo, sukses buat jamkrindo sendiri apa?

Kalau buat Jamkrindo, UMKMnya maju, apakah naik kelas, ataupun belum naik kelas tapi omsetnya bertambah, tenaga kerjanya bertambah, itu tandanya peran Jamrindo dalam memberikan jaminan kepada UMKM maju.

 

Dengan semakin meningkatnya KUR, penjaminan kan otomatis ikut naik dong, itu nanti ada kualifikasi seleksinya lebih ketat?

Gini, jadi kalau Jamkrindo, untuk UMKM, pemberian penjaminan kredit usaha, hadirnya kan untuk itu, ada yang program pemerintah, itu KUR, ada yang tidak program pemerintah non KUR, tapi tetap itu UMKM juga. Pemerintah kan, tahun ini hanya Rp106 triliun, padahal UMKM lebih dari itu, jadi baik UMKM yang melalui program KUR maupun non KUR yang jelas secara kuantitas bertambah, yang berarti peran Jamkrindo makin meningkat.

 

Untuk proses penyeleksiannya itu?

Ah, yah, tentang penyeleksian, kita follow the bank di depan. Mekanisme penyaluran KUR ditentukan pemerintah, bank BUMN, BRI, Mandiri, dan BPD-BPD. Sementara Jamkrindo tetap mengikuti di belakang.


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Revolusi Strategi dan Taktik Perang Berubah Karena Teknologi

Minggu, 19 November 2017 15:22 WIB

Kehadiran Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan diyakini mampu memicu perang baru di masa depan.


Polrestabes Surabaya Ringkus Komplotan Begal saat Melakukan Aksinya di Suramadu

Minggu, 19 November 2017 15:22 WIB

Komplotan ini biasa beraksi beranggotakan 5 hingga 10 orang dan mengincar pengendara sepeda motor dari golongan anak remaja


Luis Milla Telat 8 Menit untuk Bertemu Media

Minggu, 19 November 2017 15:21 WIB

Tim besutannya kembali menelan hasil mengecewakan.


Wali Kota Rai Mantra Ajak PRABU Berkontribusi dalam Pembangunan

Minggu, 19 November 2017 15:20 WIB

Paiketan Rantauan Buleleng (PRABU) Catur Muka menggelar berbagai kegiatan sosial hingga sarasehan di Kota Denpasar


Masyarakat Bali Diimbau Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor

Minggu, 19 November 2017 15:16 WIB

Program pemutihan bunga dan denda pajak kendaraan bermotor di Bali akan berlangsung hingga Desember 2017 mendatang.


Pakai Gaun Pernikahan, Pemain FTV Ini Mirip Nagita Slavina

Minggu, 19 November 2017 15:06 WIB

Fitri Ayu mirip Nagita Slavina, benarkah?


Sore Ini, Kahiyang-Bobby Lakukan Prosesi Haroan Boru

Minggu, 19 November 2017 15:00 WIB

Prosesi Haroan Boru akan berlangsung selama dua jam.


YLKI Minta Polda Sumut Telusuri Kuliner Berbahan Biji Ganja

Minggu, 19 November 2017 15:00 WIB

Demi keamanan dan kenyamanan konsumen


Golkar DIY Minta Setya Novanto Fokus Hadapi Kasus Hukumnya

Minggu, 19 November 2017 14:59 WIB

Jangan sampai pohon beringin kita tumbang gara-gara ada dahan yang kena hama


Preview: Juventus Menjajal Keangkeran Markas Sampdoria

Minggu, 19 November 2017 14:56 WIB

Sampdoria belum terkalahkan ketika tampil sebagai tuan rumah.


Polres Metro Bekasi Gelar Operasi Nila 2017

Minggu, 19 November 2017 14:52 WIB

Demi menekan peredaran narkoba di daerah Bekasi


Banyak Menelan Korban, Pemkab Gianyar Lakukan Eliminasi terhadap Anjing Liar

Minggu, 19 November 2017 14:39 WIB

Demi menekan tingginya kasus gigitan yang disebabkan oleh anjing liar


Sinyal Golkar Semakin Kuat Dukung Munafri di Pilwalkot Makassar

Minggu, 19 November 2017 14:36 WIB

Sinyal DPD Partai Golkar Makassar untuk mengusung CEO PSM, Munafri Arifuddin menjadi Bakal Calon Wali Kota Makasar semakin menguat.