Wawancara / Berita
Hari Pahlawan (3)

"Negara Harus Berjuang Membawa Atlet ke Olimpiade"

akurat logo
Agung Nugroho
Kamis, 09 November 2017 16:59 WIB
Share akurat gplus
 
Atlet panahan Indonesia, Prima Wisnu Wardhana, dalam pelukan rekan setim dan ofisial usai meraih medali emas nomor compound beregu SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Agustus silam
Atlet panahan Indonesia, Prima Wisnu Wardhana, dalam pelukan rekan setim dan ofisial usai meraih medali emas nomor compound beregu SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Agustus silam
( AKURAT.CO/Handaru M Putra)

AKURAT.CO, Terlepas dari kualitas filmnya, film 3 Srikandi yang merupakan penggambaran keberhasilan trio pemanah Indonesia peraih perak di Olimpiade Seoul 1988 adalah penghargaan terhadap para atlet.

Reporter AKURAT.CO, Agung Nugroho, berbincang dengan salah satu dari tiga srikandi tersebut, Nurfitriyana Saiman, di Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (8/11). Nurfitriyana berbicara tentang film 3 Srikandi, pentingnya olimpiade, dan belum dimulainya persiapan Asian Games yang bakal digelar di Jakarta-Palembang, Agustus mendatang. Berikut petikannya:

Bagaimana pendapat Anda tentang film panahan “3 Srikandi” serta menyangkut tentang Anda, yang diperankan oleh penyanyi dan aktris Bunga Citra Lestari?

Itu alhamdulillah kita dilihat MTV kalau enggak salah. Kita bersyukur, kita berterima kasih dan itu tidak akan dilupakan oleh masyarakat. Dan kemungkinan film itu tidak ada habisnya. Mungkin setiap 17 Agustus, setiap ada event olympic akan diputar lagi di TV.

Chelsea Islan, Bunga Citra Lestari, dan Tara Baso saat syuting film 3 Srikandi tentang keberhasilan trio pemanah Indonesia, Lilies Handayani-Nurfitriyana Saiman-Kusuma Wardhani, meraih medali perak Olimpiade Seoul 1988. (Foto: TABLOID KABAR FILM).

Jadi, enggak kemarin saja selesai, enggak, itu akan terus (berlanjut). Jadi nanti anak cucu itu akan tahu terus ‘oh medali pertamanya – Indonesia di Olimpiade – itu di cabang panahan’. ‘Begini loh latihannya dulu kerasnya seperti ini dibanding latihannya anak-anak sekarang, kalau dibilang semuanya sudah tersedia’. Istilahnya kalau dulu kita mau latihan itu kita mesti nyari (peralatan dan sebagainya) dulu. Jadi pelatih kita mesti berpikir ‘apa nih, latihan beban di mana?’ Kalau sekarang enggak, semuanya sudah ada.

Harapan sebagai mantan atlet dan pelatih panahan?

Saya sebagai pemanah dan pelatih sekarang mengharapkan pertama itu tahun 2020 putra-putri panahan tim itu berangkat untuk olympic – Tokyo, Jepang. Saya mengharapkan itu. Jadi gini, untuk berangkat ke olympic saja itu seleksi di seluruh dunia, bukan Indonesia saja. Jadi kalau kita mau berangkat ke olympic, kita harus mencari tiket sendiri, tidak bisa dibeli. Misalnya Olympic di bulan Agustus, sebelum Agustus nih ada tiga turnamen di luar, dan itu yang bisa mendapatkan tiket.

Umpamanya kita ranking berapa? Di event ini di ranking tiga sudah mendapatkan tiket olympic umpamanya. Kan banyak negara yang ngikutin. Di event yang kedua dengan ranking sekian bisa mencari tiket. Jadi di setiap event itu ada tiket dua atau tiga, yang mesti diambil sama negara. Jadi begitu beratnya untuk berangkat ke olympic. Jadi pesta olympic itu merupakan atlet-atlet pilihan.

Nurfitriyana Saiman dalam usia 55 tahun saat diwawancarai AKURAT.CO di Jakarta, Rabu (8/11). (Foto: AKURAT.CO/Sopian).

Kita enggak bisa bayar untuk berangkat atau beli tiket, enggak bisa, asli dari prestasi mereka masing-masing. Jadi yang saya harapkan untuk 2020 itu ya Insya Allah mudah-mudahan tim putra-putri berangkat untuk olympic, itu dulu. Jadi untuk di situ mereka baru bisa, Insya Allah dengan tekad mereka dan keingginan semakin mudah (mendapatkan prestadi di kancah internasional).

Seberapa pentingnya olimpiade untuk atlet panahan?

Olympic itu begini, pesta dunia di olahraga. Kalau umpamanya atlet belum pernah mengikuti olympic, belum menjadi atlet, belum lengkaplah istilahnya. Jadi negara itu banyak sekali berjuang untuk cabang-cabang olahraga yang bisa diikutkan untuk di olympic. Negara berjuang, enggak bisa berjuangnya (Cuma bilang) ‘eh tolong berangkat-in tim bola bekel’ enggak bisa. Tim bola bekel ini harus menunjukkan prestasinya.

Sekarang saja ada cabang olahraga yang prestasi dunianya sudah bagus, tapi mereka belum dicatat menjadi cabang olahraga olympic. Jadi begitu beratnya olympic. Jadi begitu besarnya (pengorbanan seorang atlet). Apalagi kalau sudah bisa mengambil medali. Jadi yang namanya tahun 88 itu sudah 92 tahun Indonesia ikut serta di olympic. Jadi pada tahun 88 itu Indonesia baru dapat medali – pertama yaitu perak. Jadi begitu sulit. Sesudah 88, 92, baru bisa bulutangkis. Tahun 96 bulutangkis masih (berlanjut meraih prestasi). Hingga sekarang yang masih bisa bertahan itu bulutangkis. Angkat besi, emas belum, tapi dia selalu dapat. Karena kan angkat besi ada kelasnya, banyak kelasnya.

(Sementara) Ikut kejuaraan dunia itu belum tinggi. Jadi olympic itu lebih tinggi daripada kejuaraan dunia. Betapa besarnya mantan-mantan atlet akan mendorong junior-juniornya untuk jenjang prestasi satu di Asia Tenggara, di Asia, dunia, sampai ke olympic itu masuk hingga ke jenjang yang paling tinggi. Jadi olympic ini bukan sekadar tulisannya saja.

Berapa kali Anda berangkat ke Olimpiade?

Saya ikut event olympic tiga kali, pada tahun 88, 92, 96 dengan tim yang berbeda. Saya selalu berangkat bawa tim. Perjalanan itu saya tidak egois untuk berangkat sendiri, enggak. Pasti saya rangkul mereka, seperti itu. Jadi selama di dalam itu enggak muncul dengan diri sendiri. Saya tahu kemampuan kita semakin lama, semakin habis. Jadi kita tunjang dengan mereka, dan saya bisa bertahan.

Jadi pola pikir saya pas sudah (tidak dalam usia emas), ya itu otomatislah pas tahun berapa itu sudah agak bosen, agak lemah, tapi saya masih bisa. Jadi akhirnya saya menunjang juniornya. Jadi saya enggak meninggalkan begitu saja. Saya selalu bawa tim untuk olympic. Bukan saya selalu bawa, saya men-support biar tim berangkat 0lympic, dan itu memang susah.

Saat ini antar tim saling memiliki persaingan yang negatif?

Itu bukan seorang pejuang. Semua cabor, semua tim pasti dia ‘ayo fight’, maksudnya kaya kita berteman nih ‘ayo kita fight, kita cari tiket sama-sama. Tapi kalau semua sudah berusaha umpamanya, di hari H-nya hanya mendapat satu, itu silahkan. Tapi dalam proses kita rangkul semuanya.

Anak didik anda ada berapa sekarang?

Ya kalau saya di dalam ada, ya enggak mesti, ada tiga, ada empat. Cuma karena saya ini kalau dibilang pengalamannya sudah cukup banyak, jadi saya dengan enam belas atlet itu selalu melakukan sharing. Saya selalu membicarakan kekurangan-kekurangannya atlet secara individu karena masing-masing orang punya karakter berbeda. (Sharing) itu bukan di teknik lagi, tapi dengan karakter masing-masing.

Tiga srikandi sesungguhnya, Kusuma Wardhani-Lilies Handayani-Nurfitriyana Saiman, pada tahun 2016. (Foto: TWITTER: Brotoseno).

Ke depan ini ada kejuaraan apa yang perlu dipersiapkan?

Asian Games. Tapi belum gabung kita (antara pelatih dan atlet di dalam Pelatnas). Tapi program sudah berjalan. Tapi anak-anak masih di daerah.

Asian Games yang dimulai 18 Agustus hingga 2 September 2018 sudah berapa persen persiapannya di panahan?

Sudah tinggal berapa bulan nih – sembilan bulan. Belum ada (persiapan). Makanya saya juga lagi menunggu, tapi anak-anak yang kemarin itu yang dapat emas (Prima Wisnu Wardhana – putra tunggal, Sri Ranti – tunggal putri) dan perak (Dellie Threesyadinda, Triya Resky Adriya, Rona Siska Sari – tim putri) di SEA Games 2017 tetap berjalan, tapi mandiri di daerahnya masing-masing.

(Pelatih dan atlet menjalankan program pembinaan) Cuma komunikasi di handphone, ‘latihan, latihan, latihan, latihan’. Kalau fisik mereka latihan sendiri. Karena juga dari kemarin waktu Pelatnas itu saya sudah jelaskan untung ruginya itu kalian sendiri (yang menanggung), bukan kita. Jadi kita terapkan ya berpikir dewasa. Jadi jangan enggak ada pelatih males latihan, enggak bisa kaya gitu. Saya bikin seperti itu, tanggung jawab diri sendiri.[]

 

 

 

 


Editor. Hervin Saputra

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

PPP Ingin Cawapres Jokowi Senapas dengan Partai Islam

Minggu, 22 April 2018 11:17 WIB

"kita pastikan pak Jokowi mendapatkan pendamping paling sesuai."


Bulu Kuduk Anies Baswedan Berdiri Saat Cium Rambut dan Jenggot Nabi Muhammad

Minggu, 22 April 2018 11:16 WIB

Presiden Erdogan lalu memegang botol itu dan menciumnya. Kemudian ia berikan botol itu pada Anies.


Perang Laut Nelayan Tradisional vs Nelayan Pukat Trawl Belum Surut

Minggu, 22 April 2018 11:02 WIB

Pukat hela dan pukat tarik dan sejenisnya tidak dibenarkan lagi beroperasi di perairan Indonesia, sejak Januari 2018.


Petugas Imigrasi Lhokseumawe Sulit Data Pengungsi Rohingya karena Bahasa

Minggu, 22 April 2018 11:01 WIB

Dari hasil pemeriksaan semua pengungsi itu merupakan imigran ilegal.


Jeff Goldblum Bicara Soal Peran Ian Malcolm di Jurassic World: Fallen Kingdom

Minggu, 22 April 2018 11:00 WIB

Jeff Goldblum akan kembali berperan sebagai Dr. Ian Malcolm di Jurassic World: Fallen Kingdom.


Polemik Partai Allah dan Partai Setan, Rommy: Memang Dimaksud untuk Politik

Minggu, 22 April 2018 10:54 WIB

Ketum PPP Rohahurmuziy (Rommy) tak sepakat dengan ujaran Mantan Ketua MPR Amien Rais.


Beda Harga di Rak dan Kasir, Mana yang Dipakai?

Minggu, 22 April 2018 10:54 WIB

Konsumen berhak mendapatkan harga yang sesuai dengan yang sudah ditetapkan.


Sosialisasi KAI Access, PT KAI Ajak Masyakarat Hidup Sehat

Minggu, 22 April 2018 10:47 WIB

"Ini juga sebagai bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat."


Harga Bawang Dan Cabai di Ambon Alami Kenaikan

Minggu, 22 April 2018 10:45 WIB

Harga bawang dan cabai yang ditawarkan di pasar tradisional Kota Ambon terus bergerak naik.



Usai Mabuk Bareng, Tabrak Teman Sendiri sampai Tewas

Minggu, 22 April 2018 10:43 WIB

Setelah menabrak, Kamsin tidak segera menolong. Dia malah pergi ke Penjaringan.


AXA Dorong Masyarakat Hidup Sehat

Minggu, 22 April 2018 10:42 WIB

Peningkatan kesehatan menjadi salah satu dari 10 prioritas nasional yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo.


Nadine Chandrawinata Ingin Sambangi Pulau-pulau Tanpa Nama

Minggu, 22 April 2018 10:42 WIB

Pulau-pulau paling luar Indonesia menjadi incaran Nadine Chandrawinata. Baginya, pulau-pulau tersebut mengajarkan cara bertoleransi.


Preview: Arsenal Coba Bangkit di Tengah Perpisahan Wenger

Minggu, 22 April 2018 10:41 WIB

Arsenal akan menjamu West Ham di Emirates Stadium, nanti malam WIB.


3 Cara Agar Hidup Terasa Lebih Ringan

Minggu, 22 April 2018 10:39 WIB

Beban hidup seseorang tentunya berbeda-beda. Cara menghadapinya pun berbeda-beda.