Wawancara / Berita
Jacksen F Tiago

Luis Milla Butuh Waktu untuk Hadapi

akurat logo
Agung Nugroho
Rabu, 06 Desember 2017 05:35 WIB
Share akurat gplus
 
Mantan Pelatih Tim Nasional Indonesia, Jacksen F Tiago, menganggap Tim Nasional Indonesia punya masa depan yang menjanjikan.
Mantan Pelatih Tim Nasional Indonesia, Jacksen F Tiago, menganggap Tim Nasional Indonesia punya masa depan yang menjanjikan.
(AKURAT.CO/Agung Nugroho)

AKURAT.CO, Sejumlah kontroversi mengiringi perjalanan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, pada periode tahun pertama kepemimpinannya. Mulai dari persengketaan di Liga 1 Indonesia 2017 hingga ke Tim Nasional Indonesia.

Kasus di kompetisi tertinggi di Tanah Air – kepemimpinan wasit, kerusuhan suporter, poin tambahan Bhayangkara FC setelah Mitra Kukar dinyatakan memainkan pemain yang tidak sah, dan sebagainya – adalah beberapa hal yang menjadi pembicaraan.

Perkara yang cukup menghebohkan Indonesia lainnya saat kesuksesan Persipura Jayapura menjuarai Liga 1 Indonesia U-19 setidaknya telah membuat panas telinga Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ke-37 untuk memecat pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri.

Pasalnya, pemecatan tersebut bertepatan dengan reaksi negatif yang dilontarkan oleh pelatih Persipura Jayapura U-19 – juara Liga 1 U-19 – Abdul Manaf kepada Indra, yang tak membawa satu pun pemain Papua dalam Timnas U-19.

Jurnalis AKURAT.CO, Agung Nugroho, berkesempatan mewawancarai juru taktik Barito Putera sekaligus mantan pelatih Timnas Indonesia, Jacksen F. Tiago, untuk membicarakan sejumlah persoalan tersebut.

Pria berusia 49 tahun kelahiran Rio De Janeiro, Brasil, ini berbicara tentang evaluasi regulasi Liga 1 Indonesia 2017, masa depan Timnas Indonesia, polemik pemecatan coach Indra, pencalonan Ketum PSSI sebagai Gubernur Sumetera Utara, hingga benturan budaya Luis Milla. Berikut petikannya:

Bagaimana pendapat Anda tentang masa depan Liga 1 Indonesia 2018?

Sementara ini kita belum tahu karena belum tahu regulasi yang berlaku pada kompetisi akan datang. Kapan juga liga akan dimulai? Harus menunggu kalau tidak salah kongres yang akan terjadi pada bulan Desember ini. Setelah itu akan ada sebuah keputusan yang tepat, dan dari situ kita baru bisa menilai – masa depan – yang lebih tepat.

Bagaimana evaluasi Liga 1 Indonesia 2017?

Saya akan bicara dari aspek teknis. Saya tidak akan bicara non teknisnya karena tidak tepat ya. Tapi dari aspek teknis saya rasa harus ada sebuah pertimbangan lagi tentang regulasi pemain. Karena kemarin regulasi U-23 yang sudah berjalan sebelum kompetisi digelar tiba-tiba di tengah jalan berubah lagi. Ya kalau boleh, ya kita mungkin konsisten dalam menjalankan regulasi yang ada dan sudah ditentukan jauh hari di kongres, itu satu.

Terus yang kedua melihat kalau boleh harus dicocokkan dengan jadwal liga dengan jadwal TC (pemusatan latihan) Timnas. Saya rasa itu juga harus dipikirkan karena banyak tim yang sudah punya pemain-pemain andalan yang mereka gunakan tiba-tiba pemain itu harus diberikan kepada Timnas untuk menjalankan TC jangka panjang sehingga pemain tersebut absen sepuluh sampai empat belas kali, dan itu juga terjadi kepada tim saya Barito Putera.

Tim Nasional Indonesia saat bermain menghadapi Guyana dalam laga uji coba di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, 25 November silam. (Foto: AKURAT.CO/Handaru M Putra).

Sehingga harus dipikirkan bagaimana jalan keluar supaya tidak ada pihak yang rugi karena bagaimanapun juga pemain itu milik klub, dan klub yang membayar, membiayai mereka selama semusim kompetisi. Makanya itu harus dipikirkan. Saya rasa dua hal itu, plus jadwal liga. Jadwal yang kadang masih sering berubah, molor. Saya rasa tiga aspek itu yang mempengaruhi kinerja kita sebagai pelatih selama kompetisi 2017 berjalan.

Masa depan Timnas Indonesia seperti apa?

Sangat menjanjikan. Kita melihat sejak coach Indra Sjafri menangani U-19, memberi sebuah harapan baru kepada Timnas Indonesia. Kita bisa melihat di tim senior sekarang ini dihuni pemain binaan coach Indra Sjafri. Bahkan sampai ada beberapa pemain kita yang sudah mulai pergi keluar negeri, seperti Ilham (Udin Armaiyn), Evan Dimas (Darmono), Ryuji (Utomo) juga. Saya rasa masa depan sepakbola Indonesia terutama Timnas itu sangat menjanjikan kalau pemain-pemain itu bisa dibina dengan baik ya. Saya rasa tinggal menunggu waktu bisa berkembang dan memberikan gelar kepada kita.

Kalau menurut Anda tinggal menunggu waktu, tapi berapa tahun lagi?

Cuma Tuhan yang tahu. Yang jelas harapan itu ada, tapi kita harus berada di dalam sistem supaya kita bisa mengukur secara tepat berapa lama, berapa masa. Tapi yang jelas, harapan itu ada karena wajah-wajah baru yang berpotensi sudah ada.

Polemik pemecatan Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas U-19, yang dikaitkan dengan ketiadaan pemain Papua?

Kalau saya ada atau tidak ada pemain dari mana pun semua itu kembalikan kepada kriteria dari pelatih. Saya pernah menjadi pelatih Timnas juga. Pelatih masing-masing punya filosofi dan kriteria untuk memanggil pemain sehingga ya kalau ada pemain dari mana pun, saya rasa itu kembalikan kepada pelatih itu sendiri. Kita tidak bisa menghakimi dia, karena kita tidak tahu kriteria apa yang dia pakai. Sehingga kembalikan kepada filosofi kerja, kriteria. Bagaimana dia menilai pemain bagus karena setiap orang punya pendapat yang berbeda dalam menilai pemain.

Mantan Pelatih Tim Nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri. (Foto: AKURAT.CO/Handaru M Putra).

Visi saya dengan coach Indra, dengan coach Rahmad Darmawan, dengan coach mana pun pasti punya selera tertentu, dan pasti kita akan memilih pemain sesuai apa yang kita harapkan. Makanya kita tidak bisa menyamakan misalnya “Jacksen kamu pilih sebelas orang”, belum tentu coach Indra Sjafri dengan coach itu pasti beda-beda. Karena itu tadi kita masing-masing punya filosofi dan selera yang berbeda-beda.

Bagaimana pandangan Anda tentang posisi Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, yang ingin mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara?

Itu di luar wilayah saya sebagai pelatih. Aku enggak bisa menilai hal seperti itu. Saya cuma melihat beliau sebagai Ketua Umum PSSI. Di luar itu, bukan wilayah Jacksen untuk menilai, dan tidak tepat saya bicara apapun tentang hal seperti itu.

Bagaimana penilaian Anda tentang perubahan permainan Timnas Indonesia sejak ditangani oleh pelatih Luis Milla?

Saya rasa masih terlalu dini yah mengenai sejauh mana kemampuan beliau. Tinggal kita melihat beberapa event yang lain lagi, dengan masa waktu yang lebih lama. Karena bagaimana pun juga ada benturan budaya antara coach Luis Milla dengan sepakbola Indonesia. Sehingga beliau pasti membutuhkan waktu untuk adaptasi, penyesuaian pemain, mengenal lebih lama lagi, lebih jauh lagi.

Benturan budaya itu seberat apa?

Hal yang paling berat untuk seorang pelatih karena itu yang menentukan sukses atau tidaknya dari kita sebagai pelatih. Kita tidak bisa mencapai sukses kalau tidak menguasai lingkungan yang kita berada. Itu sangat besar.

Misalnya, saya kasih contoh satu: Anda wartawan di sini ya kan. Kalau besok Anda wawancara coach Luis Milla lancar-selancar kamu mewawancara saya atau tidak?  belum tentu. Makanya, itu sudah benturan budaya, itu yang saya bilang. Makanya di situ ada sebuah perbedaan yang sangat besar. Itu baru dari segi wawancara saja. Makanya apalagi budaya sepakbola.

Pelatih Tim Nasional Indonesia, Luis Milla (kiri), saat memberikan instruksi menjelang laga timnya kontra Mongolia di Banda Aceh, Senin (5/12). (Foto; ANTARA/Irwansyah Putra).

Anda mengerti? Benturan budaya ya di situ. Sama dengan Anda akan mengalami kalau Anda mungkin mewawancarai dia. Mewawancarai saya mungkin mudah, lancar karena saya bisa bahasa Indonesia, Anda  juga sama. Tapi dengan beliau salah satu harus punya penerjemah, harus bahasa yang sama sehingga itu salah satu benturan budaya yang saya sebutkan tadi. Itu salah satu aspek saja, salah satu, masih ada aspek-aspek yang lain, gizi, bermain konsep, dan sebagainya.

Apakah coach punya konsep untuk melakukan riset secara ilmiah tentang pola konsumsi pemain Timnas yang diduga telah menurunkan performa mereka?

Setiap pelatih punya. Tapi itu bagian dari nutrisionis, yang kita bilang ahli gizi. Tapi yang jelas kita semua pasti punya hal-hal seperti itu.[]


Editor. Hervin Saputra

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Ini Pandangan Diding Boneng Menanggapi Komedi Tak Sehat

Minggu, 22 April 2018 11:35 WIB

Baginya, komedi bukan hanya perkara membuat orang lain tertawa.


DPR Minta Presiden Jokowi Cabut Perpres Tenaga Kerja Asing

Minggu, 22 April 2018 11:33 WIB

"Segera cabut Perpres karena sudah menginjak-injak harga diri bangsa."


Berkat Kartini, Kikan Ex-Cokelat Jadi Ibu Rumah Tangga Tak Hanya Mengurus Dapur

Minggu, 22 April 2018 11:30 WIB

Hari Kartini dimaknai Kikan sebagai tonggak kebangkitan para perempuan Indonesia.


Preview Chelsea vs West Ham: Berebut Tiket ke Final

Minggu, 22 April 2018 11:29 WIB

Chelsea dibalut motivasi besar untuk merebut tiket ke final.


Hilang Seharian, Wakapolres Labuhanbatu Ditemukan Tak Bernyawa

Minggu, 22 April 2018 11:24 WIB

Kompol Andi Chandra dinyatakan meninggal dunia setelah hilang akibat kapal yang ditumpanginya tenggelam di perairan Sei Berombang.


PPP Ingin Cawapres Jokowi Senapas dengan Partai Islam

Minggu, 22 April 2018 11:17 WIB

"kita pastikan pak Jokowi mendapatkan pendamping paling sesuai."


Bulu Kuduk Anies Baswedan Berdiri Saat Cium Rambut dan Jenggot Nabi Muhammad

Minggu, 22 April 2018 11:16 WIB

Presiden Erdogan lalu memegang botol itu dan menciumnya. Kemudian ia berikan botol itu pada Anies.


Perang Laut Nelayan Tradisional vs Nelayan Pukat Trawl Belum Surut

Minggu, 22 April 2018 11:02 WIB

Pukat hela dan pukat tarik dan sejenisnya tidak dibenarkan lagi beroperasi di perairan Indonesia, sejak Januari 2018.


Petugas Imigrasi Lhokseumawe Sulit Data Pengungsi Rohingya karena Bahasa

Minggu, 22 April 2018 11:01 WIB

Dari hasil pemeriksaan semua pengungsi itu merupakan imigran ilegal.


Jeff Goldblum Bicara Soal Peran Ian Malcolm di Jurassic World: Fallen Kingdom

Minggu, 22 April 2018 11:00 WIB

Jeff Goldblum akan kembali berperan sebagai Dr. Ian Malcolm di Jurassic World: Fallen Kingdom.


Polemik Partai Allah dan Partai Setan, Rommy: Memang Dimaksud untuk Politik

Minggu, 22 April 2018 10:54 WIB

Ketum PPP Rohahurmuziy (Rommy) tak sepakat dengan ujaran Mantan Ketua MPR Amien Rais.


Beda Harga di Rak dan Kasir, Mana yang Dipakai?

Minggu, 22 April 2018 10:54 WIB

Konsumen berhak mendapatkan harga yang sesuai dengan yang sudah ditetapkan.


Sosialisasi KAI Access, PT KAI Ajak Masyakarat Hidup Sehat

Minggu, 22 April 2018 10:47 WIB

"Ini juga sebagai bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat."


Harga Bawang Dan Cabai di Ambon Alami Kenaikan

Minggu, 22 April 2018 10:45 WIB

Harga bawang dan cabai yang ditawarkan di pasar tradisional Kota Ambon terus bergerak naik.