Wawancara / Berita

Yuk Belajar Menulis ke Penyair Mbelink

akurat logo
Herman Syahara
Senin, 18 Desember 2017 20:51 WIB
Share akurat gplus
 
Penyair Mbelink Remy Sylado dalam balutan busana putih-putih dan cincin emas bertahtakan batu alam.
Penyair Mbelink Remy Sylado dalam balutan busana putih-putih dan cincin emas bertahtakan batu alam.
(AKURAT.CO/Herman Syahara)

AKURAT.CO, Sebagai penulis besar, Remy Sylado tak pelit berbagi ilmu. Di tengah semangatnya berbicara hal ihwal besar mengenai sejarah kesusastraan Indonesia di masa lalu dan  mutakhir, lelaki yang menulis sejak umur 17 tahun dan telah  melahirkan ratusan macam karya puisi mbelink, cerpen, novel, esai, dan skenario itu, mau juga melayani wawancara sederhana.

Penyair yang kini berusia 72 tahun ini memberikan berbagai tips tentang menulis yang bagus dan efektif. Berikut petikannya:

Banyak teori ini-itu dalam menulis. Apakah teori itu penting?

Yang penting nulis saja dulu. Keberanian dulu. Teori itu kan biasanya mengharus-haruskan. Kalau kita dibebani teori nanti tidak jadi-jadi.

Kapan waktu terbaik untuk menulis?

Kapan saja bisa. Pagi bisa. Malam bisa. Menjelang pagi  atau menjelang malam bisa.

Bagaimana menjaga agar semangat menulis tetap hidup?

Pertama, yakini apa yang akan kita tulis sesuatu yang, kalau tidak baru, ya eksklusif. Sesuatu yang orang lain tidak punya.

Juga jangan putus asa. Banyak kan karya tulis yang pada awalnya berulang kali ditolak, tapi akhirnya diterbitkan juga. Nah terbitan pertama  dapat kita jadikan pegangan untuk menulis  karya selanjutnya.

Banyak keluhan dari penulis mengenai beratnya pajak dan kecilnya royalty?

Itu memang masalah yang sulit di Indonesia. Karena, memang ada penerbit yang bicaranya betul-betul dagang. Sementara ada karya-yang tidak bisa didagangkan tapi perlu dibaca. Jadi ini masalah antara komersial dan idealitas untuk dibaca.

Belakangan ada pro-kontra bahwa film adalah karya sastra?

Yang benar, karya sastra bisa difilmkan. Di luar negeri dan dalam negeri banyak karya sastra yang difilmkan. Tapi film bukan karya sastra. Tipikalisasinya adalah, kalau itu karya sastra maka dia menjadi tekstual. Tapi kalau film piktorial.

Akhir-akhir ini banyak peluncuran buku sastra  yang diterbitkan penerbit indie. Apakah secara kualitas dapat dipertanggungjawabkan?

Tidak ada masalah. Justru penerbit indie punya kelebihan. Penerbit indie berani melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan penerbit besar. Justru penerbit indie harus diberi penghargaan, jangan dipersangkai.

Anda nampak selalu  bugar, apa rahasianya?

Tiap orang kan memang beda-beda. Ada yang usia 70 sudah loyo. Ada yang umur 90 masih segar bugar. Saya biasa saja, bangun pagi minum kopi. Air putih juga.

Merokok?

Sejak kecil saya tidak merokok.

Minum, bir misalnya?

Saya juga tidak minum.[]


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Berupaya Masukan Sabu ke LP, Kernet Mobil di Aceh Diamankan Polisi

Selasa, 22 Mei 2018 01:20 WIB

"Yang bersangkutan ditangkap setelah adanya laporan dari pihak petugas Lapas,"


Ruth Bader Ginsburg Hampir Menjadi Anggota X-Force Deadpool

Selasa, 22 Mei 2018 01:05 WIB

Seseorang mungkin ada memperhatikan ketika Deadpool sedang membalik-balik foto kandidat.


Dikritik, Tarawih Akbar di Monas Dipindahkan ke Masjid Istiqlal

Selasa, 22 Mei 2018 01:00 WIB

"Jadi kita mendengar apa yang disampaikan para ulama dan kita dalam urusan ibadah, urusan agama merujuk kepada para ulama,"


Ajang Penelitian di Malaysia, Tim SMA Matauli Pandan Raih Prestasi

Selasa, 22 Mei 2018 00:56 WIB

SMA Negeri 1 mengirimkan 13 tim peserta dengan jumlah siswa sebanyak 73 orang


Melawan, Penyelundup Sabu Kemasan Teh Cina Tewas Didor Polisi

Selasa, 22 Mei 2018 00:30 WIB

"Pada saat pengembangan tersangka Fatah mencoba melawan petugas, dilumpuhkan dengan tembakan,"


Jari 98 Dukung Faisal Assegaf Laporkan Politisi PKS ke Polda Metro Jaya

Selasa, 22 Mei 2018 00:20 WIB

"Itu langkah yang tepat dan patut kita dukung dengan keberanian saudara Faizal Assegaf,"


Madagaskar Muncul Sebagai Hotspot Baru Hiu Paus

Selasa, 22 Mei 2018 00:05 WIB

Hiu paus yang terancam punah ditemukan dalam jumlah besar.


Polisi Pastikan Ledakan di Gili Genting Karena Korsleting Listrik

Selasa, 22 Mei 2018 00:00 WIB

"Penyebabnya korsleting listrik, percikannya kena 'bondet' (bom ikan), sitaan polsek,"


PB HMI MPO Minta Tindakan Represif Oknum Polisi Terhadap Kader HMI Jakarta Diusut Tuntas

Senin, 21 Mei 2018 23:59 WIB

"Sesungguhnya Kepolisian tidak saja telah mengesampingkan apa yang diamanatkan oleh konstitusi, tetapi juga telah melanggar Protap Kapolri"


Amien Rais Nilai Poros Ketiga di Pilpres 2019 Mustahil Terbentuk, Karena Hanya Ada Jokowi dan Prabowo

Senin, 21 Mei 2018 23:55 WIB

Berdasarkan analisa poros ketiga itu mustahil. Kemungkinan ada dua kan rematch, jadi nanti pak Jokowi mencari cawapres yang nendang.


Hector Cuper, Kembalinya Mr Runner-Up

Senin, 21 Mei 2018 23:50 WIB

"Tantangan untuk mencapai Piala Dunia adalah tekanan terberat yang pernah saya hadapi," kata Hector Cuper.


Pidato 20 Tahun Reformasi, Zulkifli Hasan Singgung Daftar 200 Mubaligh yang Dikeluarkan Kemenag

Senin, 21 Mei 2018 23:28 WIB

Kemarin, baru-baru, Menteri Agama mengeluarkan rekomendasi 200 ustad. Ngawur itu. Blunder besar.


Bom Sitaan Meledak di Polsek Gili Genting Surabaya

Senin, 21 Mei 2018 23:23 WIB

"Memang ledakan di Polsek Gili Genting disebabkan oleh bom. Akan tetapi, itu bukan serangan dari kelompok teroris,"


Ketum PB HMI MPO Sebut Tindakan Polisi Terhadap Kadernya Benar-benar Keterlaluan

Senin, 21 Mei 2018 23:05 WIB

"Saya mengutuk dan menyayangkan tindakan respon aparat kepolisiam yang berlebihan"


Dalam 2 Bulan, BNN Tangkap 2 Jaringan Narkoba

Senin, 21 Mei 2018 22:59 WIB

"Penangkapan di jalan Medan-binjai, Sumut. Barang bukti 30 kilogram sabu dikemas dalam bungkus teh china,"