Wawancara / Berita
Mustari Irawan

"Arsip Tentang Onderbouw PKI Masih Tertutup"

akurat logo
Herman Syahara
Selasa, 26 Desember 2017 19:33 WIB
Share akurat gplus
 
Kepala ANRI, Mustari Irawan
Kepala ANRI, Mustari Irawan
(Dok. Pribadi)

AKURAT.CO, Apakah yang Anda bayangkan tentang arsip? Ya, tak salah bila yang melintas di benak adalah setumpuk dokumen berdebu yang juga tersimpan di sebuah sudut ruang yang juga berdebu, pengap, dan gelap. 

Arsip sepertinya satu benda yang tak layak berada di sebuah tempat yang terang, nyaman, sejuk, bersih, dan mudah dicari dan dijangkau. 

Hidupnya anggapan ini di benak sebagian masyarakat tak disangkal oleh Mustari Irawan, Kepala ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia). Mungkin karena kesan inilah yang menyebabkan orang lebih suka datang ke perpustakaan atau tempat lain yang lebih nyaman untuk menemukan sebuah referensi ketimbang ke gedung arsip. 

Namun, persepsi arsip adalah sesuatu berdebu dan kumuh tidak selalu benar. Apalagi jika  hari-hari ini kita rajin menyambangi Gedung ANRI di Jalan Ampera Raya, Kemang, Jakarta Selatan. Di sinilah Mustari Irawan berkantor sejak dilantik oleh Presiden Jokowi pada Maret 2014. 

Gedungnya apik dan lingkungannya resik dan hijau oleh pepohonan. Ruang bacanya juga sejuk dengan tataruang yang rapi dan nyaman. 

Di samping menyimpan koleksi arsip statis, di Gedung ANRI juga terdapat Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa. Isinya meliputi proses dinamika perjalanan bangsa mulai dari kejayaan Nusantara sampai era reformasi. 

Sebagai orang nomor satu di puncuk pimpinan ANRI dan juga  "archives society",  tentu penyandang gelar S1 dari FISIP Universitas Indonesia ini merasa terpanggil untuk terus  melakukan penyuluhan dan sosialisasi pengertian, jenis,  manfaat, dan perawatan arsip. Forum yang digunakannya adalah seminar, FGD, ceramah sampai bimbingan konsultasi ke berbagai pelosok Tanah Air. 

"Secara filosofis, arsip itu seperti kita manusia juga,  kan ada arsipnya. Pada suatu hari "arsip" selama manusia hidup  akan dibuka dan ditunjukkan sejak awal kelahiran sampai akhir," katanya beranalog. 

Di Gedung ANRI kita bisa mengakses banyak data kecuali materi yang berkaitan dengan pemberontakan G 30 S PKI. Khususnya yang berhubungan dengan onderbouw PKI seperti Gerwani, Lekra, dan sejumlah lainnya. Pelarangan ini berkaitan dengan masih berlakunya TAP MPR No 25 Tahun 1966 Tentang Pembubaran G 30 S PKI. 

Di samping fasih bicara soal kearsipan, pria lulusan Masteral Degree dari University of Philippines jurusan Public Administration dan Doctoral di FISIP UI ini juga adalah seorang penulis puisi, cerpen, dan esai sastra  andal sejak duduk di bangku SMA. 

Karyanya menyebar di berbagai koran nasional yang terbit pada tahun 70-an seperti Suara Karya, Berita Buana, Prioritas, Merdeka, Pelita, Terbit, Suara Pembaruan, Sinar Harapan,  Koran Tempo, Kompas, dan lainnya. 

Kiprahnya di dunia sastra dicatat oleh kritikus sastra (alm) Korrie Layun Rampan dengan memasukkan Mustari sebagai Penyair Angkatan 2000. 

Sampai hari ini dia telah melahirkan empat judul antologi puisi (Air Mata Topeng; Dan Kota-Kota Pun; Anggur, Apel, dan Pisau Itu; dan Giyang) dan satu buku esai sastra, sosial (Teror di Antara Dua Ideologi). Antologi Giyang Menulis Sungai Kata-Kata Jadi Batu itu berhasil merebut Penghargaan Buku Utama dalam Sayembara Menulis Buku Puisi pada  Hari Puisi 2017 dengan mengantongi piala, sertifikat dan uang sebesar Rp 50 juta. Namun jangan cari nama Mustari Irawan dalam buku-buku puisinya karena di dunia kepenulisan namanya lebih populer sebagai Irawan Sandhya Wiraatmaja.

Berikut wawancara AKURAT. CO dengan pria  kelahiran Jakarta 21 Juni itu dalam berbagai kesempatan:

Bagaimana minat masyarakat mengunjungi ANRI?

Arsip itu hampir sama dengan puisi. Dia berjalan di jalan yang sunyi. Jadi belum banyak orang yang mengerti. Namun apresiasi dan kesadaran  masyarakat memanfaatkan arsip cenderung semakin hari ke hari semakin meningkat. 

Indikasinya bisa kita lihat dari ruang baca yang banyak dikunjungi para peneliti. Memang untuk menarik minat pengunjung kami terus mengemas arsip yang mudah difahami oleh masyarakat. 

Contohnya di sini kami membuat diorama yang menampilkan arsip dari berbagai macam medium dan konten. Kemudian kami melakukan kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat seperti lomba paduan suara, lomba menggambar untuk anak TK dan SD, lomba karya tulis, dan lain-lain. 

Saya juga merencanakan menggelar   sayembara penulisan puisi bertema kearsipan tahun depan. Ini sebagai upaya mengembalikan  memori kolektif bangsa agar masyarakat semakin faham pada arsip. Sebagai bagian dari masyarakat saya juga sering mengajak penyair ke sini agar mereka faham  pada dunia arsip. 

Secara formal, untuk kalangan birokrasi pemerintahan, kami memberikan sosialisasi, bimbingan teknis, konsultasi, kepada semua kementerian dan lembaga pemerintahan pusat dan daerah. Jadi kami melakukan segala macam strategi agar masyarakat peduli dan care memberikan apresiasi pada arsip.

Sebetulnya, kalau arsip itu sudah tertata dengan baik pada akhirnya arsip itu  bukan untuk ANRI tapi kepentingan lembaga itu sendiri agar memori mereka tersimpan dengan baik. Misalnya akte kelahiran, kalau tidak tersimpan dengan baik saat akan digunakan sebagai dokumen kelengkapan pengurusan pasport, kalau hilang akan jadi masalah. Juga catatan perkembangan sekolah anak, sebaiknya ada arsipnya. Jadi sederhana saja namun penting. 

Secara filosofis, arsip itu seperti kita manusia juga,  kan ada arsipnya. Pada suatu hari "arsip" selama manusia hidup   itu  akan dibuka dan ditunjukkan sejak awal kelahiran sampai akhir. Nah ini sama konteksnya dengan arsip lembaga atau organisasi pemerintahan.

Apakah  ANRI juga  mendokumentasikan karya sastra para penyair?

Kepada penyair belum.  Karena penyair ini masih dipertanyakan apakah  termasuk yang telaten menyimpan karyanya? (tertawa).

Sebab yang tergolong arsip adalah  sesuatu seperti tulisan puisi karya Chairil Anwar yang tersimpan aslinya di PDS (Pusat Dokumentasi Sastra) HB Jassin. Itu arsip. Jadi masih dalam bentuk tulisan tangan  aslinya. 
Kalau  seniman yang pernah kami mintai karyanya adalah  group band Koes Plus, penyanyi keroncong Waljinah, atau karya Guruh Seokarno Putra. 

Kami juga  proaktif  mengakuisisi arsip sebelum jaman kemerdekaan yang dimiliki instansi lain, termasuk yang dimiliki pemerintah. Kami yang minta atau mereka yang menyerahkan kepada kita.

Apakah semua koleksi ANRI bisa diakses oleh publik?

Ada yang rahasia, yaitu sebagian tentang PKI. Utama ya tentang onderbouw PKI Gerwani, Lekra, belum dibuka. Tapi terkait kisah PKI tahun 1928 dan tahun 1948 sudah boleh diakses. 

Kenapa tidak bisa dibuka?

Karena saya masih menunggu dicabutnya Tap MPR No 25 tahun 1966 tentang Pembubaran PKI. Kalau sudah dicabut,  baru bisa saya buka semua untuk publik. 

Saya pernah membuat semacam FGD dengan LSM, sejarawan dan lain-lain. Maunya mereka sih memang dibuka saja. Namun kepolsian, kejaksaan, dan sejumlah lembaga lain seperti Anggota Dewan menyatakan jangan dulu dibuka.  Kalau melihat undang-undang yang ada memang dimungkinkan arsip-arsip  tetap ditutup atau closed.

Apa yang dicemaskan kalau itu dibuka?

Sebagian korban PKI kan masih ada yang hidup. Namun sebetulnya, kalau rekonsiliasinya berhasil, saya yakin itu bisa dibuka. Namun rekonsiliasi ini tidak akan berhasil kalau Pancasila masih "digoyang-goyang". Kalau saja yang saling  berseberangan  mau menerima Pancasila dan tidak ada  keinginan untuk merubah ideologi negara itu, saya kira bisa dibuka. Kan pernah ada rekonsiliasi keluarga  yang merasa korban dan yang melakukannya. Namun kalau masih berbeda, ya, susah.

Bahkan pro-kontra ini terjadi di kalangan sesama  penyair?

Ya saya mengikuti. Tapi itulah demokrasi.

Anda optimistis rekonsiliasi akan terjadi?

Kalau ideologinya masih macam-macam sulit ada rekonsiliasi.

Tapi kemungkinan arsip itu bisa  dibuka untuk publik ada ya?

Ada. Apalagi kalau Tap MPR No 25 tahun 1966 tentang pembubaran PKI itu dicabut.

"Bola" pencabutan itu sekarang ada pada siapa?

Di tangan DPR/MPR RI. Namun masalahnya begini:  amandemen UUD 1945 menyatakan,  sekarang MPR itu  bukan  lagi lembaga tertinggi negara. Sementara Tap MPR pembubaran PKI yang dibuat itu pada saat  itu MPR masih disebut  sebagai lembaga tertinggi negara. Jadi logikanya, sekarang tidak mungkin lembaga tinggi negara  membubarkan lembaga tertinggi. 

Maka belakangan ada keinginan kembali ke UUD '45 untuk mendudukkan kembali  MPR RI sebagai lembaga tertinggi negara. Nah inilah yang masih menjadi debat.

Sejak kapan Anda bergabung dengan ANRI?

Saya bergabung dengan ANRI sejak 1987 diawali sebagai staf biasa jadi dari bawah. Sebelum masuk ke sini sudah mengajar di almamater kampus UI sebagai asisten dosen dengan dibayar per semester. 

Waktu sarjana muda saya mendapat beasiswa Mitsui ke Jepang. Namun karena persoalan idealisme, saya konflik dengan sekretaris jurusan, dan saya sempat "mogok" kuliah. Masalahnya, dosennya hanya tanda tangan saja dan jarang masuk. Jadi yang bikin kurikulum, ngajar, dan menilai ujian  saya. 

Waktu sedang "mogok" kuliah setiap minggu saya cari-lowongan kerja  ke Dinas Tenaga Kerja di Walikota Jakarta Selatan. Jaman saya kalau mau cari kerja kan harus ada kartu kuning. Dari situ saya tahu ada lowongan di Arsip Nasional. Saya melamar dan diterima. 

Karena waktu itu saya sudah senang menulis, dengan bekerja di situ saya berharap  akan mendapat informasi yang menunjang bakat menulis saya. Yang bikin saya senang, masuk kerja di sini tidak ada sogok menyogok satu sen pun. Padahal kalau dikantor lain  nyogok  sudah biasa. 

Setelah diterima, jika sedang ada waktu luang, saya menulis. Pernah juga tergoda pindah ke Universitas Krisnadwipayana, tapi tidak saya ambil walaupun diterima. Maklum, sebagai anak muda saya masih mencari-cari kerjaan yang lebih baik. Namun, seiring ada perbaikan di ANRI saya bertahan. 

Kemudian saya ikut  tes yang diadakan  Bappenas untuk  tugas belajar  ke luar negeri. Saya mengambil Pascasarjana di University of  Philippine jurusan Public Administration dan  dua tahun selesai. Ya semacam UI-nyalah kalau di sini.

Setelah lulus dan kembali ke ANRI  kebiasaan mengkritik saya makin jadi sehingga menimbulkan gesekan di dalam. Waktu itu saya belum tahu  bahwa di dalam birokrasi itu tidak boleh mengeritik sehingga saya dikucilkan. Namun karena saya merasa mampu saya mengajar saja di luar. 

Untunglah ada pimpinan saya yang memahami karakter saya lalu saya diijinkan ikut diklatpim yaitu diklat  dalam rangka kenaikan jabatan dan bergasil  lulus. Selama itu saya masih menulis puisi, cerpen, esai, dan lain-lain. Tapi saya belum berani menerbitkan. Karena saya berfikir, bagaimana pemasarannya dan  apa karyanya. Jadi saya kumpulin saja  dan  kirim ke media massa. Waktu itu ada masa di mana   banyak koran di bredel  dan karya saya banyak dimuat di Suara Karya, koran  pemerintah yang masih eksis.  Honornya lumayan. Bahkan waktu kuliah pun dibiayai dari nulis karena memang sudah menulis sejak SMA dengan honor pertama per tulisan Rp25.

Pada tahun 2016 baru muncul keinginan saya untuk menerbitkan karya-karya saya dalam bentuk buku. Maka saya hubungi teman saya penyair  Remmy Novaris DM dan pimpinan PDS Rini Isnamurti.  Dengan bantuan mereka kami kumpulkanlah karya-karya saya dari PDS HB Jassin. Bahkan staf PDS menemukan tulisan-tulisan lainnya yang saya lupa pernah menulisnya. 

Semua tulisan esai itu saya ketik ulang dan saya terbitkan menjadi antologi esai Teror di Antara Dua Ideologi. Ini adalah terbitan perdana saya.

Kapan mulai menduduki kursi Ketua ANRI?

Awal Maret 2014 setelah sebelumnya melalui seleksi terbuka dari enam pesaing. Tiga calon datang  dari dalam ANRI dan tiga lainnya dari luar. Dua orang sudah profesor dari  Undip Semarang dan dari  Unhas Makassar. Saya sempat ketar-ketir juga mendapat pesaing profesor. Tapi berkat dorongan teman-teman aaya maju terus dan  akhirnya terpilih juga.  Sebelumnya, pada 2010 saya diangkat sebagai deputy yaitu satu level di bawah jabatan kepala.

Jadi memang sudah cita-cita ya bekerja di ANRI?

Tidak. Saya boleh dibilang tersesat (tertawa). Awalnya malah saya bercita-cita jadi pendekar karena pengaruh banyak membaca komik silat seperti Si Buta dari Gua Hantu,  Pandji Tengkorak, dan karya komikus  Ganes TH, Djair, dan lainnya yang populer pada tahun '70-an. Sampai ada luka di kepala  karena kejedot tembok saat menirukan  gerakan silat.

Apa suka dan duka memimpin ANRI?

Karena saya atasan maka saya harus bisa memberi contoh dan memiliki komitmen. Tapi yang paling sulit adalah memberi contoh.  Lalu kedua, meningkatkan kesejahteraan mereka misalnya dengan gaji dan tunjangan kinerja. Ini harus diperjuangkan.

Apakah ANRI boleh berbisnis untuk menambah income?

Kalau membuka usaha berbadan hukum tidak boleh.  Lembaga ini langsung di bawah presiden. Saya diangkat dan diberhentikan langsung oleh presiden karena itu saya bertanggung jawab penuh kepada presiden. Jadi sejajar dengan menteri.

Apa rencana Anda untuk ANRI dalam jangka panjang?

Cita-cita saya, dalam jangka panjang ingin membuat tempat gedung penyimpanan arsip yang harmonis dan selaras dengan lingkungannya. Di dalamnya ada sekolah tinggi kearsipan, diorama presiden-presiden yang pernah memimpin negeri ini, ada arsip penyimpan  kertas, elektronik,  dan digital. 

Di lingkungan gedung itu harus  dibangun taman yang asri,  cafe, dan fasilitas lain yang membuat kesan arsip yang kering dan berdebu menjadi lebih nyaman dan sejuk. Ini bisa dimulai dengan membangun gedung yang representatif sehingga menarik orang untuk berkunjung.

Rencana jangka pendek?

Saya sedang membangun diorama tentang presiden. Lokasinya di sebuah gedung di Jalan Gajah Mada Jakarta Pusat yang kebetulan non heritage atau boleh diubah bentuknya. 

Saya akan bangun diorama presiden pertama RI dari mulai lahir, masa kanak-kanak, masa berjuang, masa pembungan, masa  presiden, dan kisah lainnya  sampai meninggal. 

Saya akan tuangkan dalam bentuk maket-maket sehingga dapat memberikan gambaran yang rinci kepada publik tentang sosok Soekarno. Target saya, pada 2019 sudah diresmikan oleh Presiden Jokowi. Kalau gedung ini sudah jadi, saya akan siapkan sebuah bus gratis yang akan mengantar-jemput  anak-anak sekolah berkunjung ke sana dari sekolahnya. Jadi anak-anak ini dapat belajar sejarah namun ada objek wisatanya.

Kenapa muncul gagasan ini?

Saya berprinsip, uang yang diperoleh ANRI atau instansi pemerintah itu kan diperoleh dari rakyat lalu kita kembalikan kepada rakyat dalam wujud sesuatu yang bermanfaat.

Bagaimana progresnya?

Gedung tua itu sudah dirobohkan dan mulai ada pekerjaan konstruksi. Sekarang sedang tahap struktur. Kalau untuk story linenya sudah kami buat. Dan saya sudah menyampaikan juga kepada Ibu Megawati sebagai ahli waris Bung Karno.  Kami juga sudah melakukan focus discussion group (FGD) dengan para sejarawan untuk menghimpun data yang akurat.

Apa inspirasinya sampai lahir gagasan membuat diorama presiden-presiden?

Ada kesan, kita ini menjadi warga negara yang tidak punya idola terhadap pemimpinnya. Padahal, kalau bicara Soekarno, misalnya, dia itu bukan hanya pemimpin nasional tapi juga pemimpin dunia. Nah ini yang harus diperkenalkan kepada anak-anak sejak dini. 

Oleh karena itu saya ingin menghidupkan kembali arsip tentang Seokarno itu lalu saya kombinasikan dengan IT dalam format Three D atau Four D. Sehingga anak-anak ini tidak menyadari bahwa dia sedang belajar tapi melalui IT yang memang sedang digemari anak-anak sekarang. Di sana juga akan dibuatkan permainan atau games yang bertemakan kehidupan Soekarno. 

Tahun depan akan saya usulkan kepada UNESCO agar arsip-arsip tentang Soekarno dijadikan  sebagai memory of world. Tujuannya ada dua. Pertama sebagai learning process atau pembelajaran dan kedua, dalam waktu yang bersamaan ada tourism-nya,  ada wisatanya. Jadi para pengunjung dapat berwisata sambil belajar atau belajar sambil berwisata.
Gedung kami nanti cukup strategis karena menjadi gerbang pertama menuju kawasan wisata Kota Tua. Lokasi dan  aksesibilitasnya pun mudah dijangkau.

Wah, ternyata output kearsipan itu bisa sejauh itu ya?

Ya. Karena orang selama ini hanya mengira  arsip itu kertas yang kotor, kumuh,  dan berdebu. Saya ingin mengubah itu semua. Bahwa arsip itu dekat dengan kehidupan kita. Karena dekat, maka kita harus memeliharanya. 

Kearsipan di Indonesia ini memang unik. Dibanding negara lain, lembaga kearsipannya bersifat statis. Artinya, mereka tidak melakukan pembinaan. Tapi kalau lembaga kearsipan di Indonesia, termasuk yang berada di daerah, melakukan pembinaan.

Kalau di dunia sastra, setelah melahirkan empat buku puisi dan satu buku esai, apa rencana Anda?

Insha Allah, ada satu lagi buku puisi. Tapi judulnya belum ketemu. Juga buku esai. Sekarang masih mengumpulkan buku-buku referensinya. Kalau mau mencari-cari buku tentang kearsipan sih banyak di perpustakaan pribadi saya di rumah. Tapi kalau buku sastra  saya terbatas karena banyak yang hilang. Lagi pula, buku-buku kritik sastra itu kan terbatas dibanding buku lainnya. 

Bagaimana Anda menilai pro-kontra berbagai isu  yang makin ramai di dunia sastra belakangan ini?

Ya, kita boleh berbeda pendapat dalam beberapa hal, berbeda genre,  dan berbeda aliran. Tapi jangan membuat kita bermusuhan. Kalau bahasa sekarang, jangan "baper". Karena perbedaan itu kan biasa di alam demokrasi.[]


Editor. Sunardi Panjaitan

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Ini Pandangan Diding Boneng Menanggapi Komedi Tak Sehat

Minggu, 22 April 2018 11:35 WIB

Baginya, komedi bukan hanya perkara membuat orang lain tertawa.


DPR Minta Presiden Jokowi Cabut Perpres Tenaga Kerja Asing

Minggu, 22 April 2018 11:33 WIB

"Segera cabut Perpres karena sudah menginjak-injak harga diri bangsa."


Berkat Kartini, Kikan Ex-Cokelat Jadi Ibu Rumah Tangga Tak Hanya Mengurus Dapur

Minggu, 22 April 2018 11:30 WIB

Hari Kartini dimaknai Kikan sebagai tonggak kebangkitan para perempuan Indonesia.


Preview Chelsea vs West Ham: Berebut Tiket ke Final

Minggu, 22 April 2018 11:29 WIB

Chelsea dibalut motivasi besar untuk merebut tiket ke final.


Hilang Seharian, Wakapolres Labuhanbatu Ditemukan Tak Bernyawa

Minggu, 22 April 2018 11:24 WIB

Kompol Andi Chandra dinyatakan meninggal dunia setelah hilang akibat kapal yang ditumpanginya tenggelam di perairan Sei Berombang.


PPP Ingin Cawapres Jokowi Senapas dengan Partai Islam

Minggu, 22 April 2018 11:17 WIB

"kita pastikan pak Jokowi mendapatkan pendamping paling sesuai."


Bulu Kuduk Anies Baswedan Berdiri Saat Cium Rambut dan Jenggot Nabi Muhammad

Minggu, 22 April 2018 11:16 WIB

Presiden Erdogan lalu memegang botol itu dan menciumnya. Kemudian ia berikan botol itu pada Anies.


Perang Laut Nelayan Tradisional vs Nelayan Pukat Trawl Belum Surut

Minggu, 22 April 2018 11:02 WIB

Pukat hela dan pukat tarik dan sejenisnya tidak dibenarkan lagi beroperasi di perairan Indonesia, sejak Januari 2018.


Petugas Imigrasi Lhokseumawe Sulit Data Pengungsi Rohingya karena Bahasa

Minggu, 22 April 2018 11:01 WIB

Dari hasil pemeriksaan semua pengungsi itu merupakan imigran ilegal.


Jeff Goldblum Bicara Soal Peran Ian Malcolm di Jurassic World: Fallen Kingdom

Minggu, 22 April 2018 11:00 WIB

Jeff Goldblum akan kembali berperan sebagai Dr. Ian Malcolm di Jurassic World: Fallen Kingdom.


Polemik Partai Allah dan Partai Setan, Rommy: Memang Dimaksud untuk Politik

Minggu, 22 April 2018 10:54 WIB

Ketum PPP Rohahurmuziy (Rommy) tak sepakat dengan ujaran Mantan Ketua MPR Amien Rais.


Beda Harga di Rak dan Kasir, Mana yang Dipakai?

Minggu, 22 April 2018 10:54 WIB

Konsumen berhak mendapatkan harga yang sesuai dengan yang sudah ditetapkan.


Sosialisasi KAI Access, PT KAI Ajak Masyakarat Hidup Sehat

Minggu, 22 April 2018 10:47 WIB

"Ini juga sebagai bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat."


Harga Bawang Dan Cabai di Ambon Alami Kenaikan

Minggu, 22 April 2018 10:45 WIB

Harga bawang dan cabai yang ditawarkan di pasar tradisional Kota Ambon terus bergerak naik.